Kamis, 14 Agustus 2014

Nasi Mujair Kintamani


Bagi yang sering melewati daerah Kintamani, suka jalan-jalan ataupun sekedar lancong dan kantong tipis (baca:bokek), harus mencoba mencicipi kuliner ikan mujair di warung yang satu ini. Lokasinya sekitar 500 meter di utara pertigaan ke panelokan. Kalau dari arah Singaraja, lokasinya ada di kanan jalan. Makanan yang ditawarkan super mantap. Cocok buat kamu yang kelaparan dan galau karena anggaran terbatas (lagi, baca:bokek). Satu porsi tambahan dengan kuah jukut dan teh hangat cuma 15k (baca:15.000). Ini dia menunya.

Nasi putih panas, sayur bayam rebus, ikan mujair goreng yang disiram dengan kuah dan sambal bawang khas kintamani, tidak kalah saing dibandingkan dengan makanan yang dijual di restoran-restoran pinggir lereng disekitar sana. Pokoknya recomended banget. Saya lupa menanyakan nama penjual, no hp dan pin BBnya, warungnya sendiri juga ga pake nama. Bagi yang berminat, cari saja sendiri.

#wisatakuliner
#kintamani
#mujairbumbukintamani
#mujairbumbu

Wisata kuliner
by: Dewa Putu Agus Wahyu Erawan

@Jembatan Tukad Bangkung


Tidak sedikit orang yang pernah mengunjungi lokasi jembatan ini. Namun, jika merasakan sendiri datang kesana, maka akan dapat dirasakan sendiri keindahannya. Beberapa orang menyebutkan jembatan ini merupakan jembatan tertinggi di Asia Tenggara. Entah apa itu benar atau tidak, yang jelas dari tengah-tengah jembatan untuk sampai ke dasar yang paling dalam, memang sangat tinggi (dibaca:dalam). Jadi, jembatan ini memang memiliki dasar paling dalam untuk sampai ke permukaan di bawahnya, dan bukan jembatan terpanjang (kata orang-orang sotoy).

Lokasi jembatan ini ada di daerah Plaga, mungkin masuk daerah Bangli. Waktu ini menyempatkan diri untuk mampir kesana setelah observasi jalur pendakian ke puncak mangu. Dalam kondisi waktu yang sangat mepet tersebut, ya, menyempatkan diri untuk foto-foto juga lah... dan ini hasilnya.





Foto yang terakhir, minta tolong sama turis untuk menjepretkan. Lumayan, karena di posisi tersebut, tidak ada yang bisa dijadikan alas kamera yang diseting waktunya. Maklum, jalan sendiri... Lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun asing. Nah, seandainya saja ada orang yang mau menjadi pemodal untuk olahraga Bungee Jumping, pasti akan menjadi suatu hal yang lebih menarik wisatawan. Sayangnya, di Bali hal seperti itu agak sulit direalisasikan. Bali adalah rumah dewata. Orang bali percaya akan adanya atman, termasuk juga kehidupan alam kasat mata. Tidak sembarang usaha bisa dijalankan di Bali tanpa adanya "restu" baik dari kehidupan nyata ataupun tidak kasat mata. I Love Bali.

by: Dewa Putu Agus Wahyu Erawan




Rabu, 13 Agustus 2014

Numpang Nampang


Suatu hari yang agak kelabu, mendung menyelimuti pulau bali. Karena lapar akhirnya mampir sebentar di restoran serba tahu, daerah sekitar luwus. Kebetulan saat itu ada gerombolan pengendara MOGE yang menitipkan motornya disana juga. Alhasil, dengan memanfaatkan momen yang ada, langsung saja kerjasama dengan juru parkir untuk sedikit eksis dan nampang dengan motor yang walaupun bukan milik sendiri. Sedikit tidaknya dapatlah dijadikan sebagai sebuah impian yang pantas untuk diimpikan kelak (jika punya uang banyak).

Rabu, 23 April 2014

TERBANG LAGI

Kali ini aku kembali ditugaskan ke Jakarta. Tanpa ada rencana, tiba-tiba saja diputuskan bahwa aku harus berangkat ke Jakarta untuk membawa berkas-berkas kampus ke AIPNI. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan akan perjalanan ini. Bedanya, dulu aku naik pesawat Lion Air, kali ini naik Citilink. ada satu perbedaan lagi, biasanya perjalananku ke Jakarta pagi-pagi buta. Namun kali ini aku berangkat malam hari. Hal ini disebabkan besok pagi aku harus menemui salah satu staf disana.


Dari dalam pesawat, aku dapat melihat pemandangan pulau bali di malam hari. Jujur, indah sekali, melihat kerlap-kerlip lampu-lampu yang ada di bawah sana. Entah itu daerah apa namanya, mungkin daerah negara. Karena setelah itu aku sudah memasuki wilayan banyuangi. Ah, baru aku sadari, ternyata naik pesawat itu sangat cepat. Pantas saja harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan transportasi darat ataupun laut. Ah, ternyata batrai laptopku sudah mau habis. Nanti setelah sampai di hotel aku akan cerita lagi.. Bersambung...

Selasa, 22 April 2014

Impian Tahap I


Melbourne University... Ini adalah salah satu impianku yang pertama. Cari beasiswa, kuliah ke Luar Negeri!. Mungkin agak susah, dengan kondisi kognitifku saat ini, tapi pelan-pelan aku akan menujunya. Entah itu nanti menuju ke sana atau universitas lainnya. Yang jelas, aku harus berangkat ke luar negeri!

Senin, 21 April 2014

Modem dapet minjem

Hari ini setelah sekian lama tidak pernah menyentuh dengan tenang internet di kamar yang berantakan ini, kembali aku terhubung ke dunia maya melalui benda putih kecil yang orang namakan modem. Walaupun modem ini berstatus pinjaman dari seorang teman, kawan dan rekan kerja (orang yang sama) di kantor, secara tidak langsung ia telah sedikit menjerat hatiku untuk kembali memilikinya. Memang sudah lama aku tidak pernah lagi menyentuh benda ini oleh karena hubungan dan pekerjaan yang menumpuk. Tapi malam ini, kembali aku tergelitik. Sungguh, aku ingin memiliki lagi hubungan irrasional dengan modem itu. Ya, mungkin besok lah...

Minggu, 09 Maret 2014

Kerjaan Numpuk

Entah kenapa hari ini aku ga mood untuk kerja. Padahal hari ini adalah hari yang benar-benar numpuk kerjaannya. Tidak sedikit, tidak satu atau dua, tetapi banyak. Dan yang namanya banyak, ya tidak dapat didefinisikan kapan berakhir dan selesai. Belum lagi masalah biaya yang harus aku keluarkan untuk mengerjakan tugas-tugas itu. Yah.. mau apa lagi.. yang namanya kerjaan ya memang harus dikerjakan agar bisa selesai. Tapi aku yakin, akan ada pertolongan secara niskala yang memperlancar jalanku dalam melaksanakan dan mengerjakan beban yang aku emban. Tuhan, mohon tunjukkan jalanmu....