Pagi ini, sarapan dengan buah kiwi dan anggur merah. Merupakan salah satu jenis sarapan eksotik nan fantastik yang jarang kutemui. Yah, paling tidak, adalah sesuatu yang masuk ke perut, dibandingkan tidak samasekali. Walaupun sebenarnya ada beberapa kicauan yang menyangkal bahwa kiwi dan anggur merah di pagi hari bukanlah sarapan. Ya, memang bangsa kita lebih identik dengan sarapan menggunakan nasi ataupun mungkin dengan roti bagi beberapa orang kalangan atas. Tapi itu bukanlah diriku. Sarapan dan makan siang jadi satu, makan sore dan makan malam juga jadi satu. Sehingga, rata-rata dalam satu hari, makan hanya dua kali.
Pagi ini diawali dengan berita penggrebekan sarang teroris oleh polisi di daerah Jawa Tengah. Entah dimana itu, aku tidak tahu. Yang jelas, itu sarang teroris. Bukan markas. Entah mengapa, saat ini aku berfikir bahwa teroris itu penting. Jangan ditumpas. Ya, mengapa demikian? Menurutku, teroris adalah bagian dari seleksi alam pada manusia. Walaupun dengan tujuan yang keji, menurut kita dan mulia menurut mereka, mau tidak mau, teroris telah menjadi bagian yang sedikit tidaknya menekan jumlah pertumbuhan manusia. Coba saja pikirkan, di alam liar, sapi, kerbau, kambing, zebra dan banyak hewan lainnya selain diburu oleh pemangsa yang lebih tinggi dalam piramida makanan, mereka juga diburu oleh manusia. Sebagai mahluk omnivora, manusia telah menjadi puncak dari semua piramida dan rantai makanan dalam pelajaran biologi. Lalu, siapa yang menjadi puncak dari rantai makanan manusia??? Ya, teroris lah salah satunya....
AGW, Payung Guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar