Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Ya, mungkin ungkapan ini tepat untukku saat ini. Bagaimana tidak, hari ini aku mengikuti seminar bisnis, dengan tema trading saham. Yang membuatku ingin mengikutinya adalah karena infonya ada di Bali Post, dan gratis pula. Yah, itung-itung sebagai tambahan ilmu pengetahuan awalnya, pikirku. Seminarnya berjalan dengan sangat menarik, pemateri dapat memberikan pandangan, pantauan dan jangkauan seandainya para peserta dapat mengikuti kegiatan jual beli saham dengan cara yang aman, mudah dan menghasilkan keuntungan yang besar. Jujur, sebenarnya dari awal aku sudah kepincut ingin melakukan bisnis yang berbeda, beda dari biasanya dan beda dari orang kebanyakan di tempatku berasal.
Namun ada satu permasalahan yang mengganjal di akhir pertemuan. Ternyata seminar kemaren (sabtu) adalah sejenis upaya untuk menarik minat saja di awalnya. Namun inti pemberian materinya adalah pada tanggal 18-19 Mei depan. Masalahnya, untuk mengikuti workshop pada tanggal tersebut, peserta harus menguras kocek sebesar 19,5 Juta rupiah!!!! Bayangin aja, bagaimana mungkin aku mendapatkan uang sebanyak itu jika untuk bayar cicilan motor aja aku masih menunda. Uang tersebut belum lagi sebagai modal awal dalam bisnis saham yang akan dilakukan, jika benar-benar ingin ikut. Yah, paling tidak aku harus menyiapkan dana sebesar 50 juta, hanya untuk pendidikan dan modal awal investasi saham. Nah, ini dia yang kuumpamakan keinginan memeluk gunung, dari jauh terlihat kecil, mudah untuk dipeluk, tapi siapa sangka, ternyata gunungnya itu terlampau besar untuk dirangkul. Tapi aku yakin, kalau memang mau, akupun bisa memeluknya. Tidak masalah. Asalkan ada orang yang mendampingi untuk bersama-sama memeluk gunung itu.Atau, paling tidak aku akan mendakinya, mencapai puncaknya, sehingga minimal, gunung itu pernah aku takklukkan.
AGW, Payung Guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar