Kamis, 09 Mei 2013

Bohong...

Sebelum tidur, malam ini seperti malam-malam sebelumnya hanya terdiam dengan rutinitas buang-buang waktu. Sedikitpun tidak menyentuh pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. Kembali seperti semula, tanpa hirau dan pikuk akan pentingnya masa depan yang cerah. Malam ini, ada yang berbeda. Karena malam ini malam penantian untuk pembantaian esok hari. Bukan di sekolah, tetapi di kampus. Di tempat biasanya aku menuntut ilmu, ya ilmu pembohongan.

Orang bilang, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin ahli dia dalam hal berbohong. Aku sendiri pandai berbohong, entah sudah berapa banyak kebohongan yang sudah aku buat. Mungkin jika satu kebohongan adalah sebutir pasir, paling tidak kebohongan yang telah aku buat sudah bisa digunakan untuk membangun rumah mewah di neraka jahanam. Neraka??? Ya, banyak orang bilang bahwa pembohong nantinya akan tinggal di neraka. Walaupun di neraka, paling tidak dengan kebohongan yang selama ini aku buat, sudah cukup untuk membangun istana yang megah di neraka.

Kebohongan identik dengan kejahatan, sedangkan kejujuran identik dengan kebaikan. Pandanganku, kebohongan dan kejujuran atau kebaikan dan kejahatan tidak dapat dipisahkan. Seperti dua buah sisi dari sekeping logam yang sama. Bedanya sangat tipis... Jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari, jika tidak ada kejahatan, maka kebaikan pun tidak akan ada. Artinya, jika tidak ada orang yang suka berbohong, maka tidak ada yang pernah jujur. Kok bisa ya?? Memang, sedikit agak ribet. Malahan, kurang bisa dimengerti.

Misalnya saja, di dunia ini tentunya tidak akan pernah tercipta polisi jika tidak ada penjahat, atau semua orang menjadi orang baik. Apa kerja polisi jika penjahat saja tidak ada? Dengan adanya penjahat inilah maka polisi dan tentara serta orang-orang yang baik ada dan tercipta.

Walaupun demikian, orang baikpun bisa saja terlihat di depannya baik namum di belakangnya jahat. Mau bukti? Buktinya, banyak polisi yang terkena kasus kejahatan. Sebut saja Om Susno. Sebagai polisi yang notabene sebagai penegak kebaikan dan kebenaran, dia malah menjadi penjahat dengan menyelewengkan uang negara, dimana uang negara adalah uang rakyat. Memang itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Bahwa, kejahatan dan kebaikan selalu berjalan berdampingan dan tidak bisa dipisahkan.


AGW, Payung Guru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar